top
logo

Pustaka


Sejarah Modal Ventura

Munculnya konsep pembiayaan dengan modal ventura diawali antara tahun 1920-1930 pada saat keluarga kaya di Amerika Serikat seperti Ford, Rockefeller,Payson dan lain-lain membentuk suatu pendanaan. Pendanaan ini diarahkan untuk menolong usaha-usaha individu yang sedang mengalami kesulitan modal dalam suatu kegiatan investasi yang potensial. Kegiatan ini terus berkembang ke seluruh dunia.

Ada yang mengatakan bahwa Georges Doriot dikenal sebagai penemu dari industri modal ventura karena pada tahun 1946, Doriot mendirikan American Research and Development Corporation (AR&D), dimana investasinya pada perusahaan Digital Equipment Corporation adalah merupakan sukses terbesar. Pada Tahun 1968 sewaktu Digital Equipment melakukan penawaran sahamnya kepada publik, dan ini memberikan imbal hasil investasi (return on investment-ROI) sebesar 101% kepada AR&D . Investasi ARD's yang senilai $70.000 USD pada Digital Equipment Corporation pada tahun 1957 tersebut telah bertumbuh nilainya menjadi $355 juta USD.

Ada sebagian yang beranggapan bahwa modal ventura yang pertama kali adalah investasi yang dilakukan pada tahun 1959 oleh Venrock Associates pada perusahaan Fairchild Semiconductor. Awal mula tumbuhnya industri modal ventura ini adalah dengan diterbitkannya Undang-undang investasi usaha kecil (Small Business Investment Act) di Amerika pada tahun 1958 dimana secara resmi diperbolehkannya Kantor Pendaftaran Usaha Kecil (Small Business Administration (SBA)) untuk mendaftarkan perusahaan modal kecil untuk membantu pembiayaan dan permodalan dari usaha wiraswasta di Amerika.

Pengembangan modal ventura di Indonesia dimulai dengan didirikannya PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (PT. BPUI) pada tahun 1973, dengan modal dasar dari Departemen Keuangan (80%) dan Bank Indonesia (20%). Sejalan dengan perubahan drastis dan startegis yang dilakukan pemerintah sejak Februari 1993, pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan kontrak manajemen pengelolaan BPUI kepada PT. Arta Investa Argha (AIA) dan memperluas bidang usaha BPUI ke sektor pembiayaan (multi finance). Melalui afiliasi, BPUI mengembangkan sayap bisnisnya, antara lain dalam spesialis pengembangan modal ventura di daerah-daerah melalui pendirian PT. Bahana Artha Ventura. PT.

BAV didirikan pada tahun 1997 dengan hutang dari Rekening Dana Investasi (RDI) Departemen Keuangan sebesar Rp 100 Milyar dan pinjaman dari Japan EXIM Bank (JEXIM)17  sebesar Y 21 Milyar (US$ 180 juta). Per Desember 2000, lebih dari Rp 1,2 Trilyun dana JEXIM dikucurkan kepada PT. BAV. Kemudian untuk memperluas jangkauan pembiayaan perusahaan modal ventura kepada UKM yang berada di daerah, maka telah didirikan 27 PMVD di Ibukota Propinsi18.

Pendirian PMVD merupakan kerjasama antara PT. BAV dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan pengusaha setempat atau pengusaha yang berasal dari daerah dimana perusahaan modal ventura berada. Modal disetor dari pendirian sebuah PMVD minimum Rp 3 Milyar, dimana PT. BAV menjadi salah satu pemegang saham di seluruh PMVD dengan melakukan penyetoran modal sebesar Rp 1 Milyar, atau rata-rata sekitar 30-40% Disamping ikut menjadi pemegang saham pada PMVD, PT. BAV juga berkewajiban memberikan pelatihan manajemen mengenai pengelolaan perusahaan modal ventura. Dari sejumlah Rp 1,2 Trilyun dana JEXIM yang dikucurkan kepada PT. BAV, per Desember 2000 telah disalurkan sejumlah Rp 855,5 Milyar kepada 26 PMVD

Dasar pendirian modal ventura di Indonesia adalah Keppres Nomor 61/1998 tentang Lembaga Pembiayaan dimana usaha modal ventura secara hukum merupakan bagian kegiatan yang dapat dilakukan oleh lembaga pembiayaan. Ketentuan pelaksanaannya diatur berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1989 tanggal 18 Nopember 1989 yang merupakan penyempurnaan dari SK Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1998 tanggal 20 Desember 1988. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 62 Tahun 1992 tentang sektor-sektor usaha perusahaan pasangan usaha (PPU) dari perusahaan modal ventura yang ditindaklanjuti dengan dengan SK Menteri Keuangan Nomor 227/KMK.01/1994, tanggal 9 Juni 1994.14 diatur mengenai sektor-sektor usaha yang akan menjadi PPU.

Berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor 469/KMK.017/1995, tanggal 3 Oktober 1995, dijelaskan tentang pendirian dan pembinaan perusahaan modal ventura. Hal yang terpenting dari peraturan ini bahwa modal ventura tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan pembiayaan, dan sejak saat itu kegiatan usaha modal ventura dilakukan secara terpisah dengan badan hukum sendiri15. Adanya ketentuan ini menjadikan kegiatan modal ventura mulai dikembangkan di setiap propinsi yang pada prinsipnya bertujuan untuk menyediakan sarana pembiayaan dalam rangka membantu UKM yang sulit memenuhi kredit perbankan. Disamping itu, pendirian Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) juga dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dan pembinaan terhadap PPU. Melalui PP Nomor 4/1995 tentang Pajak Penghasilan PMV, dijelaskan bahwa penghasilan PMV yang merupakan bagian keuntungan yang diterima dari penyertaan modal kepada PPU dalam jangka waktu 10 tahun, dan keuntungan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dari pengalihan penyertaan modal pada PPU dalam jangka waktu 10 tahun, bukan merupakan objek pajak penghasilan.

 

 

 

 

bottom

Powered by Jatim Ventura!. Designed by: Free Joomla Template, web hosting. Valid XHTML and CSS.