Pustaka
|
Perkembangan Pembiayaan Selama tahun 2008, perseroan telah memberikan persetujuan pembiayaan sebesar Rp 72,4 milyar Perusahaan Pasangan Usaha (PPU), dengan komposisi PPU baru sebesar Rp 21,5 milyar dan PPU lama (menambah outstanding yang ada) sebesar Rp 50,9 milyar. Porsi pembiayaan kepada PPU lama lebih besar dari pada porsi PPU baru. Sepanjang tahun 2008 pengembalian pokok pembiayaan PPU lama mencapai Rp 57,3 milyar. Dalam upaya untuk mempertahankan PPU lama yang masih memiliki prospek usaha yang bagus, maka pada tahun 2008 perseroan memberikan porsi pembiayaan PPU lama lebih besar dibandingkan dengan PPU baru.
Sumber Pendanaan Sumber dana perseroan terdiri dari Dana Sendiri (ekuitas), Pinjaman Jexim, Pinjaman PT Bahana Arta Ventura (BAV), Pinjaman Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan PKBL (executing) PT Bank Ekspor Indonesia (BEI). Dana yang dikelola sampai dengan akhir tahun 2008 terdiri dari Dana Sendiri (Ekuitas) sebesar Rp 35,4 milyar, Pinjaman Jexim sebesar Rp 16,6 milyar, Pinjaman BAV sebesar Rp 14,1 milyar, Pinjaman LPDB sebesar sebesar Rp 5 Milyar dan PKBL (executing) BEI sebesar Rp 4 milyar. Sehingga jumlah dana yang dikelola sampai dengan akhir tahun 2008 sebesar Rp 75,1 milyar. Jumlah dana tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 14,6 milyar dibandingkan pada akhir tahun 2007 sebesar Rp 60,5 milyar. Kenaikan tersebut disebabkan kenaikan ekuitas sebesar Rp 3 Milyar, penambahan pinjaman BAV sebesar Rp 5 Milyar, peningkatan pinjaman BEI sebesar Rp 2 Milyar, serta adanya pinjaman dari LPDB sebesar Rp 5 Milyar. Jika dilihat dari komposisi antara ekuitas dengan pinjaman, saat ini sumber dana yang terbesar adalah dari dana pinjaman. Perseroan memahami bahwa pendapatan sangat dipengaruhi dari jumlah dana yang dikelola. Sehingga perseroan tetap berupaya mempertahankan jumlah dana yang dikelola sekaligus berusaha mencari sumber dana baru. Upaya yang telah ditempuh antara lain :
Non Performing financing Non Performing Loan pada akhir tahun 2008 adalah sebesar Rp 2,7 milyar atau 4% untuk NPF kotor (gross NPF) dan 2,23% untuk NPF bersih (net NPF) dari outstanding investasi sebesar Rp 68,4 milyar. Dibandingkan dengan NPF tahun 2007 sebesar Rp 1,9 milyar dari outstanding investasi sebesar Rp 59,9 milyar atau 3,25% untuk NPF kotor dan 1,18% untuk NPF bersih, NPF mengalami kenaikan. Kenaikan NPF pada tahun 2008 lebih banyak disebabkan dampak krisis global. Pada tahun 2008, perseroan tidak membentuk cadangan penyisihan investasi, karena jumlah cadangan yang harus dibentuk berdasarkan perhitungan cadangan penyisihan investasi sebesar Rp 1,053 milyar, sedangkan cadangan investasi yang sudah dibentuk (tercatat dalam Neraca) adalah sebesar Rp 1,237 milyar, sehingga cadangan penyisihan investasi yang dibentuk telah mencukupi.
Modal awal padanan Perseroan menjalin kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah (BPS-KPKM) untuk bertidak sebagai pengelola (channeling) dana MAP (Modal Awal dan Padanan) dengan fasilitas dana kelolaan sebesar Rp 6,8 milyar berdasarkan pada perjanjian-perjanjian sebagai berikut :
Dana kelolaan tersebut telah tersebar dalam sektor-sektor usaha antara lain : - Industri 25% - Perdagangan 2% - Jasa 14% - Pertanian 59%
Dana kelolaan tersebut tersalur kepada 256 PPU (Perusahaan Pasangan Usaha) Dari dana kelolaan MAP sejumlah Rp 6,8 milyar, sampai dengan tahun 2008 menghasilkan pemupukan dana sebesar Rp 1,809 milyar. Per tanggal 31 Desember 2008 perjanjian kerjasama penyaluran dana MAP-1 tahun 2001 dan MAP-2 tahun 2002 telah jatuh tempo dan harus dikembalikan kepada Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). Selama tahun 2008 jumlah dana MAP-1 dan MAP-2 yang telah dikembalikan sebesar Rp 1,660 milyar, yang terdiri dari pengembalian dana pokok awal sebesar Rp 717 juta dan pemupukan dana sebesar Rp 943 juta. Pengembalian dana tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengembalian dari PPU karena saat ini dana bergulir di PPU sebagian besar masih belum jatuh tempo. Dalam mengelola dana MAP tersebut, perseroan pada tahun 2008 dan 2007 memperoleh pendapatan masing-masing sebesar Rp 348,497 juta dan Rp 330,778 juta.
Dana PKBL chanelling - Bank BEI Pada tahun 2006, perseroan telah melakukan kerja sama pelaksanaan program kemitraan dengan Bank BEI (PT. Bank Ekspor Indonesia) yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Pelaksanaan Program Kemitraan Nomor 001/PER-PKBL.BEI/XII/2006 tanggal 19 Desember 2006. Perseroan bertindak sebagai pengelola (chanelling) dana PKBL untuk disalurkan kepada mitra binaan (PPU) dan berhak memperoleh bagi hasil sebesar 35% dari nilai basis bagi hasil. Dengan pola channeling tersebut seluruh risiko yang timbul dari pelaksanaan perjanjian kredit serta kredit macet berdasarkan perjanjian kredit yang telah atau akan dibuat antara BEI dengan Mitra Binaan bukan merupakan tanggung jawab perseroan. Tanggung jawab perseroan sebatas menggali potensi, mengadministrasikan dengan baik proposal yang diajukan calon mitra binaan, melakukan due diligence, memonitor perkembangan kredit dan perkembangan mitra binaan untuk dilaporkan kepada BEI, melakukan collection pembayaran kewajiban mitra binaan, serta menyimpan asli dokumen jaminan kredit. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 dana PKBL (chanelling) - BEI yang telah disalurkan kepada 25 PPU sebesar Rp 1,188 milyar dengan posisi outstanding besar Rp 553 juta.
|
